h1

Pohon Mas Kawin

Februari 11, 2010

Lima tahun lalu, saya sering diajak pihak Perhutani Kuningan Jawa Barat untuk berkeliling hutan dan gunung. Selain untuk melakukan reportase juga sekaligus arena rekreasi. Sebab saya jarang sekali berolahraga. Jika naik gunung, anggap saja sedang berolahraga untuk menyehatkan tubuh.

Baca entri selengkapnya »

h1

Dua Kemampuan Orang Indonesia

Januari 1, 2010

Kemampuan orang Indonesia hanya dua yaitu memuji setinggi langit sampai orang yang dipujinya jatuh terkapar. Kemampuan lainnya ialah marah. Kemarahan itu dilampiaskan dengan berbagai hal mulai dari mengeritik paling menyakitkan atau menangis sampai sampai si objeknya jatuh terkapar juga. Lalu puas lah mereka.

Baca entri selengkapnya »

h1

Majalah Humor

Januari 1, 2010

Kalau tidak salah tahun 90-an masyrakat Jakarta digegerkan dengan terbitnya Majalah Humor. Kalau tidak salah pula, penggagasnya Arswendo Atmowiloto dan Gunawan Muhamad dan Ahmad Rangkuti. Dalam edisi pertamanya, ada sedikit ulasan mengenai alasan penerbitan Majalah Humor. Salah satunya bahwa masyarakat di Indonesia menyukai lawakan.

Baca entri selengkapnya »

h1

Fatwa Haram “Infotainment” Gibah tak Efektif

Januari 1, 2010

Persetruan antara Luna Maya dengan crew infotainment telah menyeret banyak pihak, termasuk pengurus besar nahdatul ulama (PBNU). Dalam persoalan ini, sosok Luna Maya memeroleh simpati dan empati dari masyarakat luas. Soalnya crew infotainment yang mendorong-dorong supaya PWI Jaya berada di depan untuk menggugat hukum Luna.

Baca entri selengkapnya »

h1

Perempuan Membatu di Kamar

Agustus 7, 2009

Seorang perempuan terlelap bersarang kelambu. Rambutnya terikat pada empat tiang sudut ranjang. Tubuhnya meliuk horizontal disergap cahaya lilin membentuk silhuet. Dadanya bergerak lembut seperti tengah melakukan perlawanan. Umpama Diah Pitaloka menerima azab dari keris yang dihunusnya. Mencari buih ombak yang tidak pernah mencium pantai.

Baca entri selengkapnya »

h1

Rumah di Tengah Ilalang

Juni 22, 2009

Cerpen Endang Supriadi

ILALANG yang Buana babat dengan sebilah arit seakan tak pernah habis. Selalu muncul tunas baru keesokan harinya. Dan ilalang itu tumbuh merata mengelilingi rumah sewaan yang dia tempati tiga hari lalu bersama Dinda, wanita yang dinikahi secara siri. Mereka memutuskan tinggal bersama di kampung itu tanpa sepengetahuan orang tua mereka masing-masing. Kehidupan mereka bak ilalang. Mereka belajar hidup jauh dari orang tua dan keramaian. Orang tua mereka yang berseteru, sama-sama tidak tahu dimana anak-anaknya kini berada.

Baca entri selengkapnya »

h1

Korupsi Dalam Sastra Sunda

Juni 16, 2009

DJASÉPUDIN*)

“Rék leutik rék gedé korupsi mah sarua baé dosana. Nu matak mun rék korupsi tong kagok-kagok, héhéhé…”

Mau kecil mau besar korupsi tetap sama dosanya. Maka, jika hendak korupsi jangan tanggung, he..he..he.. (Teten Masduki, Lalayang Girimukti/V/Agustus-Oktober 2002)

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.