h1

Perempuan Membatu di Kamar

Agustus 7, 2009

Seorang perempuan terlelap bersarang kelambu. Rambutnya terikat pada empat tiang sudut ranjang. Tubuhnya meliuk horizontal disergap cahaya lilin membentuk silhuet. Dadanya bergerak lembut seperti tengah melakukan perlawanan. Umpama Diah Pitaloka menerima azab dari keris yang dihunusnya. Mencari buih ombak yang tidak pernah mencium pantai.

Baca entri selengkapnya »

h1

Rumah di Tengah Ilalang

Juni 22, 2009

Cerpen Endang Supriadi

ILALANG yang Buana babat dengan sebilah arit seakan tak pernah habis. Selalu muncul tunas baru keesokan harinya. Dan ilalang itu tumbuh merata mengelilingi rumah sewaan yang dia tempati tiga hari lalu bersama Dinda, wanita yang dinikahi secara siri. Mereka memutuskan tinggal bersama di kampung itu tanpa sepengetahuan orang tua mereka masing-masing. Kehidupan mereka bak ilalang. Mereka belajar hidup jauh dari orang tua dan keramaian. Orang tua mereka yang berseteru, sama-sama tidak tahu dimana anak-anaknya kini berada.

Baca entri selengkapnya »

h1

Korupsi Dalam Sastra Sunda

Juni 16, 2009

DJASÉPUDIN*)

“Rék leutik rék gedé korupsi mah sarua baé dosana. Nu matak mun rék korupsi tong kagok-kagok, héhéhé…”

Mau kecil mau besar korupsi tetap sama dosanya. Maka, jika hendak korupsi jangan tanggung, he..he..he.. (Teten Masduki, Lalayang Girimukti/V/Agustus-Oktober 2002)

Baca entri selengkapnya »

h1

Teater Capres dan Kontestasi Citra

Juni 16, 2009

BENNY YOHANES*)

DEMOKRASI telah membawa tubuh ke wilayah persaingan di ruang publik. Mereka yang hendak meraih kekuasaan, harus memunculkan realitas fisikalnya menjadi bentuk representasi identitas. Identitas yang diwakilkan pada bentuk tampilan luar itu, telah menjadi alat ukur publik untuk menjatuhkan pilihan. Di ruang publik, foto-foto wajah beragam ukuran, dengan variasi jumlah dan kekerapan pemunculan, memberi indikasi lain tentang agresivitas persuasi sang calon. Faktor kuantitatif penampilan citra tubuh, telah membawa promosi demokrasi di Indonesia lebih memberat ke wilayah visual daripada penguatan sisi epistemiknya. Demokrasi menjadi ajang kontestasi gambar, bukan kompetensi nalar.

Baca entri selengkapnya »

h1

Ny Mufidah, Dagang Jilbab : “Ini Pilpres, Bu!”

Juni 11, 2009

Istri Yusuf Kalla, Ny Mufidah sangat cerdas dan memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi lahan usaha, minimal untuk dirinya. Pemanfaatan situasi pun ia jalani dengan kecerdasan, misalnya memanfaatkan momentum pemilihan presiden (pilpres) dengan isyu jilbab. “Jilbab” dalam kontek religiusitas tidak bisa dibantah tapi dalam kontek lain masih diperdebatkan.

Baca entri selengkapnya »