anyir usia yang meleleh di tiang bendera
lumat campur debu
tengadah angkuh pada sang waktu
badai, topan kau rentang jangkar sayapmu
meski sendi rapuh dimakan rayap
getir anggur kau kunyah
sebatang lilin, meredup embun
lupakah telapak kaki melaju buih?
mencari langkah yang kian samar
mengelupaskan sepenggal sisa kesia-siaan
kau tetap ajeg pada puing-puing
semoga panjang umur, diusiamu yang tidak muda lagi
Bougenvile, Juni 2007
