
Kebaya Cantik di Lebaran Nan Fitri
Oktober 6, 2007LEBARAN masih identik dengan busana Muslim dan kebaya. Kini, kebaya tak selalu dipadukan dengan lilitan kain yang ketat dan berlipit. Para pengguna kebaya sekarang bahkan bisa memadukannya dengan celana jins sekalipun.
”Sah-sah saja kebaya agak keluar dari pakem.” Begitu kata desainer kebaya Anne Avantie, suatu ketika, di Jakarta.
Memang, jika kebaya agak dimodifikasi sedikit sepertinya ”para penggemarnya” bertambah. Bukan hanya ibu-ibu setengah baya, tetapi juga para ibu muda dan remaja putri.
Salah satu kebaya modifikasi adalah kebaya-kebaya bordir dari katun, paris, voil, sutra, linen, tile karya Irma Harris. Ia memberi sentuhan bordir senada dan yang berwarna-warni, serta sedikit taburan payet.
”arena ringan dan simple, kebaya-kebaya ini bisa dipakai oleh wanita di segala usia, sekalipun oleh remaja. Bahkan, kebaya yang modelnya cute dapat memotivasi remaja untuk berkebaya,” katanya. ***
Paduan Garis Tradisional dengan Modern
Songket, jenis kain tenunan tradisional Melayu yang ditenun dengan benang emas atau perak, memang cantik untuk dipadupadankan dengan kebaya maupun busana tradisional lainnya. Motif flora dan fauna yang dipolakan pada kain, ditenun melalui delapan peringkat itu membuat Zaenal “tergila-gila” sehingga menjadikan songket sebagai trade mark-nya. Zaenal akan memadukan songket dengan kebaya ataupun blus.
Seperti saat pergelaraan Jogja Fashion Week (JFW) 2007, Zaenal menampilkan stelan blus berlengan pendek dengan rok yang menyempit di bagian tengah dan melebar lagi di bagian bawahnya (duyung).
Sementara, Ayok Dwipancara menggelar gaun lace dengan garis-garis kebaya yang masih terlihat. Ia memadukannya dengan bustier dan legging. Taburan payet menghiasi berbagai bagian dari busana yang tampak mewah tersebut.
Yessy Riscowati membuat busana Muslim three pieces, juga dengan taburan payet di bagian dada, lengan, dan bawah rok. Blus panjang dibuat bertumpuk dengan bagian luar yang melayang. ***
Sumber Pikiran Rakyat