Arsip untuk April, 2008

h1

masihkan diam menyisakan sepi

April 25, 2008

masihkan diam menyisakan sepi. yang terlunta-lunta diantara desau cemara.  burung yang menabrakan tubuhnya pada  dinding langit.  merapikan warna di atas bantal yang tidak pernah menyisakan mimpi. tubuh telentang di atas sisa embun. masihkah kau hantarkan angin yang tidak pernah diundang?

masihkan diam menyisakan duka? candi terkapar di terjang kelelewar pada senja hari. meruntuh lah keangkuhan yang tidak pernah membuka mata pada kelopak rembulan. masihkah lampu terbenam dalam cahaya yang tidak diam dalam kelam?