Secangkir kopi dan sepiring pisang goreng masih mengepul di meja. Matahari, belum terbangun dari peraduannya. Namun geliatnya terasa dan terlihat secara kasat mata, mulai hangat dan cahayanya berwarna kuning telor. Sehabis subuh yang ditelah ayam jago, diikuti cericit burung di dahan. Terasa segar untuk menatap siang yang ranum dengan harapan bertumpuk dalam benak.
Santapan pagi sudah terbiasa itu, terasa lain di hari biasanya. Lebih nikmat, lebih gurih dan lebih menyenangkan. Betapa tidak, awan putih berarakan meninggalkan sisa biru di cakrawala. Tidak secuil pun melintas mega hitam yang kerap menyapa setiap pagi bertalu-talu menyanyikan irama kuyu. Angin semilir, menerap kulit menyegarkan menggerakan pucuk-pucuk pohon.


