Ekonomi kerakyatan yang disampaikan Prabowo atas pertanyan Ikrar Nusa Bhakti, salah seorang pemanat politk LIPI. “Pengusaha besar, kecil, orang miskin diberikan peran yang sama. Akan tercipta sinergi yang luar biasa. Kalau mereka yang termarjinalkan diberi kesempatan yang sama, akan meningkatkan kemampuan ekonomi sehingga akan menguntungkan pengusaha besar juga.”
Arsip untuk Mei, 2009

ANTI MAHASISWA, ANTI DEMOKRASI, PENDUKUNG STATUS QUO
Mei 26, 2009Ada beberapa comment di “kompasiana” menggelitik dari tulisan saya sebelumnya : menjelang pilpres, calon sibuk mencari rakyat dan memilih capres buruk dari terburuk. Namun ada gambaran yang mungkin dapat memberikan sebuah kilas balik mengenai peristiwa yang pernah menjadi “ruang publik” pada masa itu. Sekarang peristiwa itu merupakan catatan yang terlupakan oleh masyarakat sekarang juga yang melakoninya saat itu. Entah apa penyebab “penyakit lupa” selelu menyerang anak bangsa ini. Read the rest of this entry ?

Mencari Rakyat
Mei 19, 2009Hampir lima bulan lalu, banyak orang “berduit” mencari rakyat. Mulai dari kota-kota besar sampai perkampungan, dusun bahkan ke tempat-tempat yang tidak lajim bagi orang penggede. Sebut saja memasuki wilayah kumuh, bertabur sampah, becek dan bau tidak sedap. Mereka seolah-olah melakukan tindakan seperti itu sebagai upaya “perhatian” terhadap nasib orang kecil.

Keberanian SBY Menggandeng Budiono
Mei 13, 2009Keberanian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berpasangan dengan Budiono cukup mencengangkan pelbagai lapisan masyarakat. Keberanian itu, ditengarai ada beberapa alasan. Diantaranya, orang politik dianggap tidak becus mengurusi masalah ketatanegaraan yang multikomplek. Meski sebagai alat kelengkapan negara orang politik cenderung tidak konsisten.

Neblog Itu Tidak Penting
Mei 5, 2009Sekian lama, tidak masuk dan mengisi blog ini bukan tidak kangen atau merasa tidak peduli terhadap pertumbuhan blog yang dibuat dengan susah payah ini. Namun ada perasaan, bahwa ngeblog tidak lah penting. Tidak membuat orang menjadi terkenal (yang berobsesi terkenal) atau setidak-tidaknya tempat “buang hajat”. Betapa kecilnya kita harus menyandarkan perasaan pada blog yang mati dan tidak pernah menjadi pencerahan bagi orang lain. Justru yang terjadi sebaliknya.