BENNY YOHANES*)
DEMOKRASI telah membawa tubuh ke wilayah persaingan di ruang publik. Mereka yang hendak meraih kekuasaan, harus memunculkan realitas fisikalnya menjadi bentuk representasi identitas. Identitas yang diwakilkan pada bentuk tampilan luar itu, telah menjadi alat ukur publik untuk menjatuhkan pilihan. Di ruang publik, foto-foto wajah beragam ukuran, dengan variasi jumlah dan kekerapan pemunculan, memberi indikasi lain tentang agresivitas persuasi sang calon. Faktor kuantitatif penampilan citra tubuh, telah membawa promosi demokrasi di Indonesia lebih memberat ke wilayah visual daripada penguatan sisi epistemiknya. Demokrasi menjadi ajang kontestasi gambar, bukan kompetensi nalar.
Read the rest of this entry ?