h1

Manohara, Aib atas Kepongahan Negeri Malay

Juni 1, 2009

Kasus Manohara Odelia Pinot, merupakan rangkaian panjang pelecehan orang-orang Malay (baca: Malaysia) terhadap warga negara Indonesia yang tinggal sementara di sana. Pelecahan yang bertubi-tubi, sekarang sepertinya mendapatkan batunya bagi Malay, khususnya Kerajaan Kelantan. Betapa tidak, aib yang selama ini ditutup-tutupi terkuak sudah atas keburukan behavioral mereka.
Baca entri selengkapnya »

h1

RI Membutuhkan Pemimpin Tangan Besi?

Mei 31, 2009

Ekonomi kerakyatan yang disampaikan Prabowo atas pertanyan Ikrar Nusa Bhakti, salah seorang pemanat politk LIPI. “Pengusaha besar, kecil, orang miskin diberikan peran yang sama. Akan tercipta sinergi yang luar biasa. Kalau mereka yang termarjinalkan diberi kesempatan yang sama, akan meningkatkan kemampuan ekonomi sehingga akan menguntungkan pengusaha besar juga.”

Baca entri selengkapnya »

h1

ANTI MAHASISWA, ANTI DEMOKRASI, PENDUKUNG STATUS QUO

Mei 26, 2009

Ada beberapa comment di “kompasiana” menggelitik dari tulisan saya sebelumnya : menjelang pilpres, calon sibuk mencari rakyat dan memilih capres buruk dari terburuk. Namun ada gambaran yang mungkin dapat memberikan sebuah kilas balik mengenai peristiwa yang pernah menjadi “ruang publik” pada masa itu. Sekarang peristiwa itu merupakan catatan yang terlupakan oleh masyarakat sekarang juga yang melakoninya saat itu. Entah apa penyebab “penyakit lupa” selelu menyerang anak bangsa ini. Baca entri selengkapnya »

h1

Mencari Rakyat

Mei 19, 2009

Hampir lima bulan lalu, banyak orang “berduit” mencari rakyat. Mulai dari kota-kota besar sampai perkampungan, dusun bahkan ke tempat-tempat yang tidak lajim bagi orang penggede. Sebut saja memasuki wilayah kumuh, bertabur sampah, becek dan bau tidak sedap. Mereka seolah-olah melakukan tindakan seperti itu sebagai upaya “perhatian” terhadap nasib orang kecil.

Baca entri selengkapnya »

h1

Keberanian SBY Menggandeng Budiono

Mei 13, 2009

Keberanian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berpasangan dengan Budiono cukup mencengangkan pelbagai lapisan masyarakat. Keberanian itu, ditengarai ada beberapa alasan. Diantaranya, orang politik dianggap tidak becus mengurusi masalah ketatanegaraan yang multikomplek. Meski sebagai alat kelengkapan negara orang politik cenderung tidak konsisten.

Baca entri selengkapnya »