Archive for September 29th, 2007

h1

Ruang Sepi

September 29, 2007

Kehadiran manusia kadang dinantikan. Kadang pula tidak. Sebab banyak faktor yang melingkupinya. Hanya persoalannya di sini adalah bagaimana manusia itu sendiri mampu memaknai hidupnya dengan lebih bermakna lagi?

Kita selalu dihadapkan pada persoalan hidup yang tidak pernah beres. Kita selalu berputar diantara ruang-ruang. Dan kita selalu terjebak dalam lelehan waktu. Namun apakah kita harus terjebak dalam lorong yang tidak pernah memiliki ujung?

Bukan kah kita ditakdirkan menjadi khalifah di muka bumi ini? Tapi pepatah itu, kadang membuat kita tidak realistis. Kita terjebak fatamorgana. Sepertinya kita berada dalam dunia mimpi yang tidak pernah habis selama hayat di kandung badan.

Kendati demikian, adakah cara yang tepat untuk mengaktualisasikan diri menjadi lebih berharga dari sebelumnya? Sungguh ironis, tatkala kehidupan melaju kencang tak ubahnya baling-baling pesawat. Namun kita masih tetap diam dalam kurungan waktu dan ruang-ruang.

Ah ternyata kita tetap dibuai sepi.

Iklan
h1

Mencari Alamat

September 29, 2007

sebait puisi gosong di kunyah angin

terbakar diam-diam

meleleh diantara akar-akar kesumat

setiap inchi slang infus,

mengalirkan bongkahan anggur

mencari alamat, ke pokok-pokok buluh darah

diantara gas oksigen yang menyumpal detak

seribu kunang-kunang merajam mata

dan cahaya matahari terlelap dalam pekat

dimana engkau yang menemuiku dikegelapan

melemparkan secarik kertas bergas air mata

tanpa sisakan sebaris alamat di jidat

dimana engkau yang kerap turun naik di kerongkongan

lenyap menjadi buih, perihkan ulu hati

puri sunyi, Mei 2007