h1

Mencari Alamat

September 29, 2007

sebait puisi gosong di kunyah angin

terbakar diam-diam

meleleh diantara akar-akar kesumat

setiap inchi slang infus,

mengalirkan bongkahan anggur

mencari alamat, ke pokok-pokok buluh darah

diantara gas oksigen yang menyumpal detak

seribu kunang-kunang merajam mata

dan cahaya matahari terlelap dalam pekat

dimana engkau yang menemuiku dikegelapan

melemparkan secarik kertas bergas air mata

tanpa sisakan sebaris alamat di jidat

dimana engkau yang kerap turun naik di kerongkongan

lenyap menjadi buih, perihkan ulu hati

puri sunyi, Mei 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: