Archive for Februari, 2009

h1

CINTA TENGGELAM DI SENJA KELAM

Februari 21, 2009

Cerpen Yudhi Ms

Rasa penat yang mendera mendadak sirna manakala kakinya mulai menjejak di halaman rumah sederhana dan agak terpencil. Terbersit di wajah lelaki itu sebuah kelegaan bahwa penempuhan panjang dari kota yang jauh hingga mencapai daerah pegunungan itu akhirnya berujung pada satu tempat yang memang ia tuju. Hari yang berangkat senja dan kerindangan pohon-pohon mangga, nangka, dan pisang di halaman rumah itu membuat suasana semakin teduh. Udara bersih pun memekarkan harapan di hati lelaki itu.

Oleh keraguan yang pelahan menyusup dada, ia termangu memandang rumah kayu dengan genting yang kehitaman dimakan usia. Hatinya yang digenggam kebimbangan justru melengkapkan kelengangan. Padahal seharusnya ia beranjak beberapa tindak lantas mengucapkan salam atau mengetuk pintu yang daunnya setengah terbuka.

Read the rest of this entry ?

Iklan
h1

Upacara Adat Tetap Berjalan Normal

Februari 8, 2009

Keraton Kanoman Cirebon

Tradisi Memayu (gotong royong) di Keraton Kanoman Cirebon

Tradisi Memayu (gotong royong) di Keraton Kanoman Cirebon

Keraton Kanoman kemungkinan akan tetap menggunakan dapur besar dalam rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi ritual tahunan keraton. Dapur dan ruangan lain yang terbakar pada 22 Januari lalu akan dibenahi agar bisa dipakai untuk sementara waktu.

Read the rest of this entry ?

h1

Teater Kampus, Sekadar Tahu atau Ingin Menjadi Profesional

Februari 8, 2009

Dhoni Setiawan

Suatu Waktu Dalam Hidup Seorang Aktor dipergelarkan Teater Kolam Kodok Politeknik Negeri Semarang

Suatu Waktu Dalam Hidup Seorang Aktor dipergelarkan Teater Kolam Kodok Politeknik Negeri Semarang

Mengapa mesti saya. Mengapa mesti saya, kata-kata itu diteriakkan berulang kali oleh perempuan muda sembari mondar-mandir dan mengacak-acak rambutnya. Sesekali, dia bahkan membanting kursi kayu di hadapannya.

Teriakan tersebut membuat orang di sekitarnya ketakutan. Bahkan, tiga orang yang berpura-pura menjadi tembok dan berdiri di belakangnya pun ikut kabur karena ketakutan.

Read the rest of this entry ?